Hi Guys! Ada yang masih setia terjaga sampai esok pagi? Kalau iya, kalian senasib denganku. Entahlah akhir-akhir ini, insom-ku menghampiri lagi *curhat dikit*. Anyway, gara-gara gabisa tidur, dan maksain diri buat tidur. Akhirnya yang ada malah jadi flashback. Ya, flashback. Dan akhirnya jadilah sedikit curahan ini. Selamat membaca kawan!
Sekilas wajahmu terlintas di benakku (lagi). Ada apakah gerangan? Bayang-bayang indah yang sudah susah payah ku kubur sedalam mungkin, kini lepas dari sangkarnya. Butiran air mata yang selama ini ku tahan dengan berbagai cara kini menari bebas di pelupuk mata. Jujur untuk diriku sendiri, hati ini belum bahkan mungkin tidak akan pernah bisa menerima kenyataan ini. Kenyataan yang sudah terjadi beberapa tahun silam. Ya, silam. Usang. Berdebu. Namun, sayangnya itu yang membuatku tetap bertahan disini. Menanti merpati membawa kabar dari seseorang disana. Berharap akan ada cerita yang sama dilain hari. Aku terlalu bodoh menyimpan rasa ini sendiri. Atau... memang hanya aku saja yang menyimpannya? Tuhan, aku bukannya lelah dengan hidup yang kujalani, aku bukannya letih menanti angan yang tak pasti, dan aku bukannya senang dengan penderitaan yang ku buat sendiri. Tapi, izinkan aku bahagia.. walau hanya sebentar. Izinkan hati ini ikhlas menerima segala takdir semesta. Tuhan, aku percaya akan janjimu. Aku percaya akan ada waktu dimana aku akan bahagia bersama dia. Ya, 'dia' yang telah kau ciptakan untuk menjadi pendampingku kelak. Tuhan, maafkan aku. Aku tau aku takkan bisa dengan segala kesilaman ku tapi aku akan mencoba untuk bisa.
Sekilas wajahmu terlintas di benakku (lagi). Ada apakah gerangan? Bayang-bayang indah yang sudah susah payah ku kubur sedalam mungkin, kini lepas dari sangkarnya. Butiran air mata yang selama ini ku tahan dengan berbagai cara kini menari bebas di pelupuk mata. Jujur untuk diriku sendiri, hati ini belum bahkan mungkin tidak akan pernah bisa menerima kenyataan ini. Kenyataan yang sudah terjadi beberapa tahun silam. Ya, silam. Usang. Berdebu. Namun, sayangnya itu yang membuatku tetap bertahan disini. Menanti merpati membawa kabar dari seseorang disana. Berharap akan ada cerita yang sama dilain hari. Aku terlalu bodoh menyimpan rasa ini sendiri. Atau... memang hanya aku saja yang menyimpannya? Tuhan, aku bukannya lelah dengan hidup yang kujalani, aku bukannya letih menanti angan yang tak pasti, dan aku bukannya senang dengan penderitaan yang ku buat sendiri. Tapi, izinkan aku bahagia.. walau hanya sebentar. Izinkan hati ini ikhlas menerima segala takdir semesta. Tuhan, aku percaya akan janjimu. Aku percaya akan ada waktu dimana aku akan bahagia bersama dia. Ya, 'dia' yang telah kau ciptakan untuk menjadi pendampingku kelak. Tuhan, maafkan aku. Aku tau aku takkan bisa dengan segala kesilaman ku tapi aku akan mencoba untuk bisa.
posted from Bloggeroid



0 comments:
Posting Komentar