Pages

Rabu, 17 April 2013

Embun Pagi

Sang fajar mulai menegakkan kembali kekuatannya
Silauan sinarnya mampu taklukan mata sekejap
seolah membuatku ingin sekali menyentuhnya
Jemariku gatal memainkan diri
Menari-nari di atas dedaunan nan hijau ini
Ranting demi ranting telah ku lalui
Berayun mencari secercah tetesan di pagi buta ini
Dan akhirnya ku dapati

Tetesan embun bening...
mengkilap dalam pesona mata
Indah... sungguh indah
Embun pagi yang sama setiap harinya
Namun tak pernah habis buatku terpana

Dan kini, aku berdiri... menatap embun ini
Disana ada diriku... terlukis dengan jelas, bahkan sangat jelas...
Rambutku yang terurai ala kadarnya
Mataku yang bulat, tengah terkagum-kagum menatapnya
Goresan wajahku.. semua terlukis disana

Nyata.. begitu indah
Tapi, satu hal yang tak tercermin disana
yaitu.... Hati

Embun bagai orang lain
Ia hanya bisa menatap dari luar
dan aku hanya bisa bercermin seadanya

Terima kasih embun pagi
Kau telah hadir memberiku arti

posted from Bloggeroid