Tak ada yang bisa mengira kapan hujan akan datang. Hanya Tuhan yang tau. Tak ada yang bisa menerka kapan angin akan menyerbu. Hanya Tuhan yang tau. Begitu pun rindu. Datang tak menentu, dan pergi seketika ia mau. Angin dan hujan memang datang beriringan, membawa aroma sendu bagi siapa saja yang mau. Namun, tidak untuk saat ini. Hujan tak lagi bergeming. Hanya angin yang setia berhembus kesana kemari, mencari jiwa-jiwa yang tengah terpuruk di sudut bumi ini. Membawa terbang angan-angan kecil yang hanya sebatas impian sang pemilik. Aku disini tengah menantikannya. Menantikan angan-angan kecil yang kugantungkan pada setiap rasi bintang yang ada. Berharap Tuhan kan berikan semua yang ku pinta. Aku masih menunggu, menunggu bintang itu jatuh, dan berubah sosok menjadi kamu. Iya, kamu. Kamu yang telah berhasil menyita setiap waktu dalam hidupku, menghabiskan setiap pena yang kupunya hanya untuk goresan kelabu, mencacah-cacah setiap asa yang ku rajut dengan peluh keringatku. Kau tinggalkan seberkas jejak di hati ini, entah bijih magnet apa yang telah kau tanam.. hingga sulit rasanya untuk dicabut, meski dengan bantuan ibu peri sekalipun. Rindu. Itulah yang berhasil kau tancapkan di ladang emasku. Itulah yang menjadi alasanku bertahan di atas puing-puing kehidupan yang mungkin sebentar lagi akan rubuh. Itulah satu kata yang bisa membangkitkan emosi yang terselubung dari sekian ruang di relung hati. Itulah hal yang bisa wanita sejati lakukan, untuk sosok yang berharga dalam hidupnya. Begitu tega kau beri aku lautan rindu. Bagaimana caraku menghabiskannya? Haruskah ku hapus lautan itu menjadi hamparan pasir? Tapi aku tak mau. Haruskah ku siram dengan panasnya bara api? Tapi aku tak sanggup. Tuhan, apa yang harus ku perbuat? Aku tak mungkin hanya menunggu dalam diam. Aku tak mungkin terus duduk di sudut ruangan sambil mengaduk-aduk secangkir teh seorang diri? Aku butuh dia.. aku butuh dia.. aku butuh... Tuhan, apa yang harus ku perbuat dengan satu cangkir ini? Haruskah aku membuangnya? Membelikan pasangannya yang baru? Atau haruskah ku tunggu sampai pemilik pasangan cangkir itu kembali? Ku titipkan rinduku dalam secangkir doa.. untukmu.
skip to main |
skip to sidebar
Pages
Minggu, 15 Desember 2013
Labels
- air mata (2)
- aku (1)
- aplikasi (1)
- bintang (1)
- bunda (1)
- bunga (2)
- butiran debu (1)
- cerpen (2)
- cinta (8)
- damai (2)
- doa (1)
- embun (1)
- flashback (1)
- foto (2)
- harapan (2)
- hidup (1)
- ikhlas (1)
- Ilana Tan (6)
- kartun (1)
- kasih (1)
- kasih sayang (1)
- kehilangan (1)
- kisah (3)
- lirik lagu (1)
- maaf (3)
- masa lalu (2)
- menangis (1)
- menunggu (1)
- novel (6)
- pagi (1)
- paris (1)
- pertemuan (1)
- PHP (1)
- puisi (3)
- raisa (1)
- rindu (2)
- rumor (1)
- semesta (1)
- sendiri (2)
- sinopsis (6)
- tangis (1)
- teman (4)
- tenang (1)
- video (1)
- wanita (4)
Total Tayangan Halaman
An extraordinary girl who try to be a good muslimah to reach Jannah
Nufaisa Azizah
Labels
- air mata (2)
- aku (1)
- aplikasi (1)
- bintang (1)
- bunda (1)
- bunga (2)
- butiran debu (1)
- cerpen (2)
- cinta (8)
- damai (2)
- doa (1)
- embun (1)
- flashback (1)
- foto (2)
- harapan (2)
- hidup (1)
- ikhlas (1)
- Ilana Tan (6)
- kartun (1)
- kasih (1)
- kasih sayang (1)
- kehilangan (1)
- kisah (3)
- lirik lagu (1)
- maaf (3)
- masa lalu (2)
- menangis (1)
- menunggu (1)
- novel (6)
- pagi (1)
- paris (1)
- pertemuan (1)
- PHP (1)
- puisi (3)
- raisa (1)
- rindu (2)
- rumor (1)
- semesta (1)
- sendiri (2)
- sinopsis (6)
- tangis (1)
- teman (4)
- tenang (1)
- video (1)
- wanita (4)
Diberdayakan oleh Blogger.
Ads 468x60px
Popular Posts
-
Mengapa wanita lebih mudah menangis? Apakah tetesan air matanya merupakan untaian kata yang tak mampu tersampaikan? Readers, andai kalian ...
-
[Chorus] Meet me in Paris, under the stars And I’ll be there, wherever you are Love in the air is filling my heart So meet me in Paris...
-
I miss the times when we'll be together, I miss our beautiful moments I miss when you hug me if i'm feel cold and my body temperatu...
-
Bonjour a tous! *yang ga tau artinya cari GTranslate*:p Senangnya bisa kembali menulis di atas kertas. Kertas digital yang ku jadikan...
-
wanita cenderung sulit melupakan masa lalu karena mengedepankan perasaan, di banding pria yang lebih mengedepankan logika (visioner). Karena...
-
Melengok Keunikan di Pulau nan Gersang (Nufaisa Azizah) Juli 2010. Pagi yang cerah. Alunan suara burung terdengar merd...
-
Tak ada yang bisa mengira kapan hujan akan datang. Hanya Tuhan yang tau. Tak ada yang bisa menerka kapan angin akan menyerbu. Hanya Tuhan ya...
-
Aku, hanyalah wanita biasa. Bukan wonder woman. Bukan pemilik hati baja. Dan bukan juga robot. Aku, punya hati. Aku, punya perasaan. Aku, s...
-
Puisi ini tercipta, ketika amarah sang tokoh sedang membara-bara. Ini puisi dimana sang tokoh merasa lelah dengan semesta yang seakan tak pe...
-
Secarik Kertas Kehidupanku Karya Nufaisa Azizah Walaupun dia pergi dari dunia ini, percayalah bahwa masih ada aku disini. Ini kisah ...




0 comments:
Posting Komentar