Untukmu Bunda
Karya : Nufaisa Azizah
Puisi ini
hanyalah untaian kata yang mewakilkan seluruh rasa dalam relung dada
Di suatu
kesunyian malam
dalam balutan
sinar rembulan
Aku terpaku
menatap wajahmu
yang kian
dimakan usia dalam kegelapan
Aku
mempererat langkah menghampirimu
Tertunduk
malu atas segala dosaku
Rasa
sesal penuhi atmosfer dadaku
Ingin sekali
tangan keji ini membelaimu
Ingin sekali
bibir ini mengucap maaf padamu
Ingin sekali
tubuh ini memelukmu
merasakan
setiap hangatnya ketulusan cintamu
Bunda…
Tangismu
sungguh merdu
Bagai
symphony yang tak lekang oleh waktu
Pelukanmu
menenggelamkan segala getir kehidupan
Getar
suaramu menentramkan segala kebisingan
Setiap nafas yang
kau hembuskan
Segala usaha
berat yang kau anggap ringan
Namun dibalik
senyummu ku tau
Kau menyimpan
letih yang teramat dalam
Perjuanganmu
begitu berarti untukku
Meski
terkadang hanyalah sebutir cacian yang terucap dari bibirku
Secercah
hinaan yang menyayat hatimu
Namun
kau tetap setia menemaniku, menggiring langkahku
Tapi, aku…
Aku hanyalah
ranting rapuh yang tergeletak diatas tanah
Aku hanyalah
semut kecil yang tersesat di tengah hutan
Aku hanyalah
batu karang yang terdampar di pinggir lautan
yang
kehilangan arah tanpa genggaman seorang penyayang
Bunda,
aku tau
Bukan
ribuan emas yang kau harapkan dari kesuksesanku
Bukan
lembaran uang yang kau inginkan dari keberhasilanku
Bukan
juga sebatang perunggu yang kau pinta dari kemenanganku
Bunda… kusemai
kebersamaan kita dalam ingatan
hingga menjadi
buah kebahagiaan
Bunda… taka da
sesuatu berharga yang dapat kuberikan
Hanya ini…
senandung puisi untukmu bunda




0 comments:
Posting Komentar